"DTE FTUI Unggul, Sinergi, Mendunia"

 

Kuala Lumpur dan Johor Bahru, Malaysia – Prof. Dr. Ir. Dodi Sudiana, M.Eng., Guru Besar Teknologi Penginderaan Jauh Departemen Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI), melaksanakan kunjungan akademik ke Universiti Teknologi Malaysia (UTM) dan Universiti Malaya (UM) pada Juni 2026 dalam rangka memperkuat kolaborasi riset internasional di bidang Artificial Intelligence (AI), penginderaan jauh (remote sensing), dan analitik data geospasial.

Kegiatan ini didukung melalui Program Bantuan Matchmaking Research Interest yang merupakan bagian dari Program Enhancing Quality Education for International University Impacts and Recognition (EQUITY): World Class University (WCU) Tahun Anggaran 2025–2026. Program tersebut bertujuan memperluas jejaring kolaborasi internasional Universitas Indonesia dengan perguruan tinggi dan lembaga riset luar negeri guna meningkatkan kualitas penelitian, publikasi internasional, mobilitas akademik, serta reputasi global universitas.

Kunjungan pertama dilaksanakan di Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Johor Bahru, melalui serangkaian pertemuan dan diskusi dengan Prof. Dr. Kasturi Devi Kanniah dari Faculty of Built Environment and Surveying. Pembahasan difokuskan pada peluang pengembangan riset bersama yang mengintegrasikan teknologi AI dan data penginderaan jauh untuk mendukung pemantauan lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Beberapa topik yang menjadi fokus kolaborasi meliputi pemantauan ekosistem mangrove, deteksi kebakaran hutan dan lahan, pemantauan kualitas lingkungan, serta pengembangan metode analisis berbasis data satelit multi-sensor. Pertemuan tersebut menghasilkan kesepahaman awal untuk penyusunan proposal riset kolaboratif dan publikasi bersama pada jurnal internasional bereputasi.

Kegiatan kemudian dilanjutkan di Faculty of Engineering, Universiti Malaya (UM), Kuala Lumpur, melalui diskusi akademik dengan Prof. Dr. Sulaiman Wadi Harun dan Prof. Dr. Hamzah Arof. Pertemuan ini membahas potensi kerja sama riset dan akademik antara FTUI dan UM, khususnya pada bidang Explainable Artificial Intelligence (XAI), multimodal deep learning, serta integrasi data LiDAR, Synthetic Aperture Radar (SAR), dan citra optik satelit untuk mendukung pemantauan pertanian presisi dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Selain itu, kedua pihak juga mendiskusikan peluang pengembangan penelitian lintas disiplin yang memadukan kecerdasan artifisial, penginderaan jauh, dan sistem pengambilan keputusan berbasis data.

Selain penjajakan penelitian bersama, kedua kunjungan tersebut juga membahas peluang kolaborasi yang lebih luas, termasuk joint publication pada jurnal internasional bereputasi, joint supervision mahasiswa pascasarjana, pertukaran dosen dan mahasiswa, penyelenggaraan seminar dan workshop bersama, pengembangan proposal pendanaan internasional, serta penjajakan program double degree dan kerja sama akademik lainnya di masa mendatang.

Menurut Prof. Dodi, kolaborasi internasional merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas riset sekaligus memperluas dampak keilmuan yang dihasilkan oleh perguruan tinggi. “Kolaborasi dengan mitra internasional memungkinkan pertukaran keahlian, pengalaman, dan sumber daya penelitian sehingga dapat mempercepat lahirnya inovasi yang relevan dalam menjawab berbagai tantangan lingkungan, pangan, dan pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Departemen Teknik Elektro FTUI terus memperkuat perannya sebagai pusat unggulan penelitian di bidang kecerdasan artifisial, penginderaan jauh, dan analitik data geospasial. Kolaborasi yang terjalin diharapkan menghasilkan luaran nyata berupa publikasi internasional bereputasi, proposal riset bersama, mobilitas akademik, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan pembangunan nasional.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya Universitas Indonesia dalam memperluas jejaring akademik global dan meningkatkan visibilitas internasional institusi melalui kolaborasi strategis dengan universitas-universitas terkemuka dunia. Sejalan dengan semangat Program EQUITY: World Class University (WCU), kerja sama yang terbangun diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan, penelitian, dan reputasi Universitas Indonesia di tingkat internasional.

Tentang Program EQUITY: World Class University (WCU)

Program Enhancing Quality Education for International University Impacts and Recognition (EQUITY): World Class University (WCU) merupakan program strategis Universitas Indonesia yang bertujuan memperkuat kualitas pendidikan tinggi, meningkatkan daya saing global, memperluas jejaring internasional, serta mendorong peningkatan reputasi universitas melalui kolaborasi akademik dan riset dengan mitra internasional. Salah satu skema yang didukung dalam program ini adalah Bantuan Matchmaking Research Interest yang memfasilitasi pembentukan dan penguatan kolaborasi riset internasional yang berkelanjutan.

Berita ini berkontribusi pada beberapa Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu: SDG 4 – Quality Education (Utama): memperkuat pendidikan tinggi melalui kolaborasi internasional, mobilitas akademik, joint supervision, dan pengembangan kapasitas peneliti, SDG 9 – Industry, Innovation and Infrastructure: mendorong inovasi di bidang Artificial Intelligence, penginderaan jauh, dan analitik geospasial, SDG 13 – Climate Action: mendukung riset pemantauan kebakaran hutan, ekosistem mangrove, dan kualitas lingkungan menggunakan teknologi AI dan satelit, SDG 15 – Life on Land: mendukung konservasi ekosistem daratan melalui pemantauan sumber daya alam berbasis penginderaan jauh, SDG 17 – Partnerships for the Goals: memperkuat kemitraan internasional antara Universitas Indonesia, UTM, dan Universiti Malaya dalam pendidikan, penelitian, dan inovasi.