"DTE FTUI Unggul, Sinergi, Mendunia"

 

Sidang terbuka promosi doktor Departemen Teknik Elektro Mhd Indra Iskandar di Smart Meeting Room Lantai 1 Gedung Dekanat Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Jum’at 26 Juni 2026 yang diketuai oleh Dekan Fakultas Teknik Universitas Indonesia Prof. Dr. Kemas Ridwan Kurniawan., S.T., M.Sc., Promotor Prof. Dr. Ir. Muhamad Asvial, M.Eng., Ko-Promotor Ajib Setyo Arifin, S.T., M.T., Ph.D., Penguji Prof. Dr. Ir. Dadang Gunawan, M.Eng., Prof. Dr. Muhammad Suryanegara, S.T., M.Sc., IPU., Dr. Ir. Catur Apriono, S.T., M.T., Ph.D., Naufan Raharya, S.T., M.T., Ph.D., serta penuji eksternal Prof. Dr. Ir. Setiyo Budiyanto, S.T., M.T., IPU, Asean Eng., APEC Eng., ACPE., SMIEEE. (Universitas Mercu Buana, Jakarta)

Penelitian ini mengembangkan algoritma handover dan routing Physarum berbasis Adaptive Hysteresis Margin (AHM) untuk mengatasi fenomena micro hopping pada jaringan satelit Low Earth Orbit (LEO). Permasalahan micro hopping dapat menyebabkan perpindahan koneksi yang terlalu sering sehingga menurunkan kualitas layanan komunikasi satelit.

Pendekatan Adaptive Hysteresis Margin diterapkan untuk mengoptimalkan proses handover dengan mempertimbangkan kondisi jaringan secara dinamis, sementara algoritma routing Physarum digunakan untuk menentukan jalur komunikasi yang lebih efisien dan adaptif. Kombinasi kedua metode tersebut bertujuan meningkatkan stabilitas koneksi, mengurangi frekuensi handover yang tidak diperlukan, serta meningkatkan keandalan jaringan satelit LEO.

Hasil penelitian diharapkan dapat mendukung pengembangan teknologi komunikasi satelit generasi baru yang lebih efisien, andal, dan mampu memenuhi kebutuhan layanan komunikasi global berkecepatan tinggi.

Penelitian ini berkontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui pengembangan algoritma komunikasi satelit yang lebih adaptif dan efisien. Selain itu, penelitian ini juga mendukung SDG 4: Pendidikan Berkualitas melalui pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi di bidang telekomunikasi, serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan karena hasil riset ini berpotensi mendukung kolaborasi internasional dalam pengembangan teknologi komunikasi satelit.