Dalam pidatonya di sidang terbuka promosi doktor Departemen Teknik Elektro FTUI, Smart Meeting Room (SMR), Senin, 1 Juli 2024 Delphi Hanggoro (1806268824) mengkaji pengembangan algoritma proof-of-authority pada lighweight blockchain untuk optimasi network lifetime dalam wireless sensor network.
Sidang Promosi yang diketuai oleh Wakil Dekan 2 Fakultas Teknik UI Prof. Ir. Mahmud Sudibandriyo., M.Sc., Ph.D Promotor Prof. Dr. Ir. Riri Fitri Sari., MM., M.Sc., Ko-Promotor Dr. Abdul Muis., ST., M.Eng. Ketua Penguji Prof. Dr.-ing. Ir. Kalamullah Ramli, M.Eng. Penguji Prof. Dr. Ir. Bagio Budiharjo., Dr. Ruki Harwahyu., ST., MT., M.Sc., Dr. Muhammad Salman., ST., MIT, I Gde Dharma Nugraha., ST., MT., Ph.D. serta Penguji Eksternal Prof. Evangelos Pournas (University of Leeds. UK).
Disertasi ini berhasil membangun simulator blockchain proof-of-authority (PoA) yang telah divalidasi dengan membandingkan performanya dengan private network milik Etherum. Hasilnya, performa simulasi seluruh pertukaran pesan, mining dan propagasi dilakukan hanya dalam satu mesin.
Disertasi ini telah berhasil untuk memodifikasi pertukaran pesan dari p2p menjadi topologi star agar pertukaran pesan dapat sesuai dengan WSN terklaster.ss
Pada disertasi ini, telah berhasil mengembangkan rotasi pengusul blok (leader) dari proof-of-authority (PoA). Alih-alih menggunakan mekanisme round robin, pemilihan leader akan berdasarkan level baterai yang ada pada node bernama Energy-aware Proof-of-Authority (EA-PoA). Selanjutnya, proses validasi akan menggunakan mekanisme yang ada pada Clique untuk mempersingkat waktu transaksi. Implementasi pengembangan pada simulasi menunjukkan bahwa pemilihan leader EA-PoA dapat meningkatkan kurang lebih 8-10% network lifetime dibandingkan PoA tradisional.
Dalam pengembangan arsitektur blockchain, penelitian ini telah berhasil mengembangkan metode hirarki bernama Multi-level Blockchain Model (MLBM) yang terdiri dari blockchain lokal dan master untuk meningkatkan produksi blok. Hasilnya, MLBM dapat meningkatkan dua kali lipat produksi blok setiap penambahan cluster-nya.
Penggunaan jumlah stack dalam MLBM dapat diatur sesuai kebutuhan. Jumlah stack sedikit lebih cocok pada jaringan yang besar karena dapat mempersingkat pembuatan blok dan propagasinya, namun memiliki jumlah antrian yang banyak. Sebaliknya, jumlah stack yang banyak lebih cocok digunakan pada jaringan yang lebih kecil karena pembuatan blok dan propagasinya tidak akan memakan banyak waktu.
Algoritma konsensus Proof-of-Authority AuRa dan Clique yang merupakan permissioned blockchain memiliki kelebihan serta kekurangan untuk dapat diintegrasikan pada WSN. AuRa memiliki mekanisme pertukaran pesan yang kompatibel dengan WSN, namun memiliki masalah pada skalabilitas. Sedangkan Clique memiliki waktu pertukaran pesan yang lebih singkat daripada AuRa, namun memiliki sebuah protokol yang dapat membuang data sehingga kurang tepat untuk diterapkan pada WSN. [1]
[1] Delphi Hanggoro, “pengembangan algoritma proof-of-authority pada lighweight blockchain untuk optimasi network lifetime dalam wireless sensor network,” Sidang Promosi Doktor, SMR Lt.1, 1 juli 2024.