"DTE FTUI Unggul, Sinergi, Mendunia"

Dalam pidatonya di sidang terbuka promosi doktor Departemen Teknik Elektro FTUI, Smart Meetig Room Gedung Dekanat Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Senin 6 Juli 2026 Ihsan Ibrahim mengkaji Pemodelan Plagiarisme dalam Lingkungan Sosial Akademik pada Era Generative AI dengan Dukungan Simulasi Penilaian Kualitatif Large Language Model.

Sidang Promosi yang diketuai oleh Wakil Dekan 2 Fakultas Teknik Universitas Indonesia Prof. Dr.-Ing. Ir. Dalhar Susanto Promotor Promotor Prof. Dr. Ir. Anak Agung Putri Ratna, M.Eng., Ko-Promotor 1 Dr. Prima Dewi Purnamasari, S.T., M.Sc. Ko-Promotor 2 Prof. Dr. Naoki Fukuta. (Shizuoka University Japan) Penguji Prof. Dr. Ir. Dodi Sudiana, M.Eng., Dr. lr. Muhammad Salman, S.T., M.IT., Dr. Ruki Harwahyu, S.T., M.T., M.Sc., Dr. Eng. Mia Rizkinia, S.T., M.T., Naufan Raharya, S.T., M.T., Ph.D. serta Penguji Eksternal Prof. Dr. I Ketut Eddy Purnama, S.T., M.T. (Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya).

 

Penelitian ini mengkaji dampak perkembangan Generative Artificial Intelligence (Generative AI) terhadap integritas akademik melalui pengembangan model simulasi berbasis agen (agent-based model). Studi ini menyoroti bahwa plagiarisme di era AI tidak lagi hanya berupa tindakan menyalin, tetapi juga merupakan bentuk adaptasi perilaku terhadap perubahan teknologi dan sistem pembelajaran.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perguruan tinggi perlu mengembangkan pendekatan yang lebih komprehensif dalam menjaga integritas akademik. Selain memanfaatkan teknologi deteksi, institusi juga perlu memperkuat kebijakan penggunaan AI, merancang metode asesmen yang adaptif, serta membangun budaya belajar yang menjunjung tinggi kejujuran akademik.

Penelitian ini masih bersifat eksploratif dan belum dikalibrasi menggunakan data empiris dari mahasiswa secara langsung. Oleh karena itu, hasilnya lebih ditujukan sebagai dasar pengembangan kebijakan dan penelitian lanjutan. Ke depan, model akan disempurnakan melalui validasi empiris, pengembangan jaringan sosial yang lebih realistis, serta penambahan faktor psikologis dan sosial, seperti motivasi belajar, persepsi risiko, dan pengaruh teman sebaya.

Temuan ini memberikan landasan bagi pengembangan tata kelola penggunaan AI yang bertanggung jawab dalam dunia pendidikan tinggi serta mendukung terciptanya ekosistem akademik yang adaptif terhadap transformasi digital.

Penelitian ini berkontribusi pada Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4: Pendidikan Berkualitas, melalui pengembangan strategi untuk menjaga integritas akademik di era Generative AI. Selain itu, penelitian mendukung SDG 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh dengan memperkuat tata kelola dan etika akademik, serta SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan untuk mendukung inovasi dalam sistem pendidikan.