"DTE FTUI Unggul, Sinergi, Mendunia"

Dalam pidatonya di sidang terbuka promosi doktor Departemen Teknik Elektro FTUI, Smart Meetig Room Gedung Dekanat Fakultas Teknik Universitas Indonesia, Rabu 8 Juli 2026 Sinta Novanana mengkaji Evaluasi Kinerja 5G dengan Slicing, Teknologi Akses, Diversitas, dan Implementasinya.

Sidang Promosi yang diketuai oleh Wakil Dekan 1 Fakultas Teknik Universitas Indonesia Prof. Dr. Ir. Akhmad Herman Yuwono, M.Phil.Eng. Promotor Prof. Ir. Gunawan Wibisono, M.Sc., Ph.D., Ko-Promotor 1 Ajib Setyo Arifin, S.T., M.T., Ph.D. Ko-Promotor 2 Adrian Kliks, Ph.D, DSc, Eng. (Faculty of Electrical Engineering, Poznan University of Technology, Poznań, Poland) Penguji Prof. Dr. Ir. Muhamad Asvial, M.Eng., Prof. Dr. Muhammad Suryanegara, S.T., M.Sc., IPU., Prof. Dr. -Ing. Ir. Harry Sudibyo S., DEA., serta Penguji Eksternal Dr. Ir. Ian Joseph Matheus Edward, M.T. (Sekolah Tinggi Teknik Elektro Institut Teknologi Bandung).

 

Penelitian ini mengembangkan kerangka evaluasi jaringan 5G yang mengintegrasikan network slicing, teknologi akses OMA/NOMA, serta teknik diversitas Maximum Ratio Combining (MRC) untuk mendukung tiga layanan utama IMT-2020, yaitu enhanced Mobile Broadband (eMBB), Ultra-Reliable Low Latency Communications (URLLC), dan massive Machine Type Communications (mMTC).

Sebagai kontribusi utama, penelitian menghasilkan model analitis yang mampu mengevaluasi performa ketiga layanan secara simultan pada kondisi kanal Nakagami-m, interferensi antarlayanan, dan keterbatasan sumber daya radio. Penelitian juga memperkenalkan Tri-Service Coexistence Efficiency Index (TCEI) sebagai metrik baru untuk mengukur efisiensi koeksistensi layanan 5G secara komprehensif.

Selain pengembangan model analitis, penelitian berhasil mengimplementasikan jaringan privat 4G/5G Standalone Non-Public Network (SNPN) berbasis Software Defined Radio (SDR) menggunakan USRP, perangkat lunak open-source, dan perangkat komersial (Commercial Off-The-Shelf User Equipment). Hasil pengujian menunjukkan bahwa jaringan 5G privat mampu memberikan performa yang lebih baik dibandingkan generasi sebelumnya, dengan throughput downlink mencapai 55 Mbps, uplink 40,5 Mbps, serta latensi yang lebih rendah pada kondisi Line of Sight (LOS).

Penelitian ini juga mengembangkan Network Quality Index (NQI) berbasis logika fuzzy untuk mengintegrasikan berbagai indikator kualitas jaringan, seperti SINR, throughput, latensi, dan jitter, sehingga menghasilkan metode evaluasi kualitas jaringan yang lebih mudah dipahami dan diterapkan pada implementasi jaringan privat generasi berikutnya.

Penelitian ini berkontribusi pada Sustainable Development Goals (SDGs), terutama SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui pengembangan teknologi jaringan 5G, network slicing, dan infrastruktur komunikasi generasi berikutnya. Selain itu, penelitian mendukung SDG 11: Kota dan Komunitas Berkelanjutan dengan menyediakan fondasi komunikasi yang andal untuk layanan kota cerdas (smart city) dan Internet of Things (IoT), serta SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan melalui pemanfaatan teknologi open-source dan kolaborasi dalam pengembangan ekosistem telekomunikasi modern.