"DTE FTUI Unggul, Sinergi, Mendunia"

Dalam pidatonya di sidang terbuka promosi doktor Departemen Teknik Elektro FTUI, Smart Meeting Room (SMR), Selasa 19 Mei 2026 Joshua Veli Tampubolon mengkaji MODEL PROYEKSI BEBAN SISTEM KELISTRIKAN JAWA–MADURABALI DALAM MENDUKUNG INTEGRASI KENDARAAN LISTRIK DAN PLTS ATAP MENUJU 2060 .

Sidang Promosi yang diketuai oleh Wakil Dekan 1 Fakultas Teknik UI Prof. Dr. Ir. Akhmad Herman Yuwono,M.Phil.Eng. Promotor Prof. Ir. Rinaldy Dalimi., M.Sc., Ph.D., Ko-Promotor Dr.-Ing. Budi Sudiarto., ST., MT.. Penguji Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa M. K., MT., Prof. Dr. Ir. Rudy Setiabudy., DEA., Faiz Husnayain, S.T., M.Sc., Ph.D., Ismi Rosyiana Fitri., ST., Ph.D.. serta Penguji Eksternal Dr. Ir. Dhany Harmeidy Barus, S.T., M.T., IPU., QRMP.. (PT. PLN (Persero) Kantor Pusat Jakarta).

Disertasi terbaru di Departemen Teknik Elektro FTUI menganalisis berbagai skenario pengembangan Kendaraan Listrik Berbasis Baterai (KLBB) dan integrasi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atap terhadap keseimbangan sistem kelistrikan Jamali.

Hasil Disertasi menunjukkan bahwa skenario terbaik diperoleh pada skenario 1776 dan kombinasi EV3_PV1, yang menekankan pertumbuhan KLBB secara bertahap, pemanfaatan subsidi yang optimal, serta peningkatan preferensi pengisian daya di rumah. Pendekatan ini dinilai mampu menghasilkan persentase adopsi KLBB yang tinggi dengan biaya kebijakan yang relatif minimal serta menjaga keseimbangan pasokan dan konsumsi energi.

Sebaliknya, skenario dengan pertumbuhan KLBB yang terlalu agresif dan regulasi PLTS yang ketat menunjukkan hasil yang kurang efisien, ditandai dengan kebutuhan subsidi yang besar dan rendahnya keseimbangan sistem kelistrikan.

Disertasi ini menegaskan bahwa strategi transisi energi yang terukur, pengembangan kendaraan listrik yang adaptif, pertumbuhan PLTS atap yang natural, serta pengelolaan waktu pengisian daya yang sederhana menjadi pendekatan paling efektif dalam mendukung keberlanjutan sistem energi nasional.

Penelitian ini berkontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 7: Energi Bersih dan Terjangkau, melalui pengembangan strategi integrasi kendaraan listrik dan energi surya yang berkelanjutan. Selain itu, penelitian ini juga mendukung SDG 9: Industri, Inovasi, dan Infrastruktur dalam pengembangan sistem energi modern, SDG 11: Kota dan Komunitas Berkelanjutan melalui penguatan ekosistem transportasi rendah emisi, serta SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim melalui upaya pengurangan emisi karbon dan transisi energi bersih..